oleh

Utang Pemerintah Naik Rp1 Triliun Jadi Rp4.567 Triliun

Jakarta-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan posisi utang pemerintah pada Maret 2019 sebesar Rp4.567 triliun. Angka ini setara 30,12% dari Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih di dalam batas yang ditetapkan yakni 60% dari PDB.

Posisi utang hingga kuartal pada Maret meningkat tipis, hanya Rp1 triliun dari posisi di Februari 2019 yang sebesar Rp4.566 triliun. Juga meningkat dibanding posisi Maret 2018 yang sebesar Rp4.136,39 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, kenaikan utang yang tipis dari bulan sebelumnya ini dikarenakan adanya jatuh tempo pembayaran utang Indonesia pada kuartal I 2019.

“Selama bulan Maret ada penambahan utang, tapi ada yang jatuh tempo, sehingga posisi utang cuma bertambah Rp1 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Berdasarkan data Kemenkeu, realisasi pembayaran bunga utang sampai 31 Maret 2019 sebesar Rp70,58 triliun atau 25,58% dari APBN tahun 2019. Angka ini lebih rendah secara persentase bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 28,69% terhadap APBN 2018.

Penurunan tersebut terutama karena kondisi imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang stabil dan cenderung menurun di awal 2019 dibandingkan dengan tren meningkat di awal 2018. Selain itu, terdapat perubahan komposisi penerbitan dan perbedaan jadwal pembayaran kupon SBN seri benchmark yang menyebabkan pola pembayaran bunga bulanan bersifat dinamis.

Adapun secara rinci, posisi utang pemerintah pusat di Maret 2019 tersebut terdiri dari pinjaman maupun penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Adapun utang pemerintah berasal dari pinjaman mencapai Rp791,19 triliun.

“Terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp7,13 triliun dan dari pinjaman luar negeri sebesar Rp784,05 triliun,” jelasnya.

Sedangkan dari penerbitan SBN tercatat sebesar Rp3.776,12 triliun. Terdiri dari penerbitan SBN denominasi Rupiah mencapai Rp2.761 triliun, berasal dari Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp2.295 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp466 triliun.

Sementara dari denominasi valas tercatat sebesar Rp1.014,9 triliun, berasal dari SUN sebesar Rp798 triliun dan SBSN sebesar Rp216,5 triliun. []

(Sumber | OKEZONE.COM)

Komentar

News Feed